Minggu, 13 Oktober 2013

Sahabat&Simpul Mimpi

Dunia yang luas ini sempit, kalau kita mempunyai banyak sahabat. Tapi karena sahabat pula kita mampu membuat dada yang sempit menjadi luas menyemesta.


Assalamu’alaikum sahabat, apa kabarnya hari ini? Semoga baik-baik saja yah sehat wal afiat dan tetap penuh semangat dala lindungan-Nya :D

Sahabat, kali ini aku ingin menceritakan salah satu sosok sahabat yang luar biasa. Pemimpi kelas kakap. Perempuan paling “gila” yang pernah kukenal. Aulia Maghfirah. Begitu namanya,. Perempuan yang kukenal pertama kali ketika kami mengikuti Daurah bahasa Arab Gembira di pondokku tercinta Rasyidiah khalidiah Amuntai. Ya, dia dengan beberapa temannya menjadi wakil dari pondok pesantren darul ilmi untuk mengikuti daurah tersebut.

Neneknya satu ‘kampung’ dengan Nenekku, mungkin hanya itu “hubungan darah” kami. Tapi ia begitu easy going ketika menyampaikan sesuatu. Lugas. Jelas. Apa adanya dan Tidak bertele-tele. Begitu bersahabat.

Nih perempuan rasa penasarannya luar biasa. Rasa ingin menaklukkan sesuatunya luar biasa. aku mungkin pernah menggerutu dalam hati (nyadar gak sih… eloe itu perempuan? hahaaha) atau kalau dibandingkan dengan dia, aku mungkin termasuk orang yang pengecut. Dia ketika menginginkan sesuatu, mati-matian harus mewujudkannya. aku? Kadang banyak sesuatu yang hanya sempat mengaung di dalam dada. :(

Contoh, ketika dia diutus pondoknya untuk belajar di kampung bahasa pare. Dia berujar; Aku pengen ke jogja. Ketika Ada kesempatan libur, jreng-jreng-jreng. Dia benar-benar kejogja. Apa yang terjadi di jogja? Dia tersesat. Tak tau arah tujuan (hahaha siapa suruh kejogja. Nekat siiih). Pas banget ketika dia ke jogja aku lagi liburan ke Kediri. Jadinya dia makin pusing (hhHhhahaa). Tapi bukan Aulia namanya kalau mudah menyerah. Ketika dia jalan-jalan, eh akhirnya ketemu mba-mba yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, rajin juga mengajar TPA hahaha… eh ternyata mba itu temanku juga.. hihihih. Teteh Annisa, begitu dia biasa ku sapa. Hahaa :P. Hingga aku lupa pastinya berapa hari ia bermalam disana. begitulah, dunia seakan sempit ketika kita mempunyai banyak sahabat.

Sebenarnya banyak lagi kegilaannya. Tapi saya tidak mau terlalu banyak menceritakan tentang “kegilaannya”. nanti dia GE’ER. :P . saya hanya ingin menceritakan sedikit kenapa dia bisa dan mampu mewujudkan keinginannya. Apa yang ada dalam dirinya? Apa yang ada dalam hatinya? Dia malaikatkah? Bukan. Dia juga manusia seperti kita. Tapi dia pekerja KERAS. Dan Sekarang dia meninggalkan kami. Dia merajut mimpinya di negri seribu wali, hadramaut. Yaman. Tapi perjalanannya “mendaki gunung” sangatlah menginspirasi, untuk itulah saya ingin berbagi cerita ini.

Capek juga ih nulis alai, mana tulisannya muter-muter lagi, bahasanya gak jelas. Orangnya juga gak jelas… hihihi. Maklum saat ini saya lagi kena virus alai. Abis tadi pas ke Gramedia mau nyari buku yang diburu. Gak ketemu-ketemu. Eh malah hati dibikin cemburu. Enggak cemburu ding. Cuman iri :D

Okey kita mulai serius yah. Kasian yang baca kalau alai terus :D


Sahabat, Semua berawal dari mimpi. Kemudian diyakini. Di doakan. Lalu di usahakan untuk menjadi kenyataan.

Fahmi A. Fillah


Sahabat, kita meminjam prinsip “pendakian” gunungnya Aulia Maghfirah tadi. Prinsipnya sederhana, namun berpengaruh luar biasa. Mudah namun mampu menggugah jiwa yang gundah menjadi gagah. “Dream-Believe-Make it happen” itu trilogi prinsipnya. Namun suatu ketika prinsip itu saya kritik, karena seakan tidak melibatkan sang Maha Kuasa disana. Akhirnya kami sepakat untuk merumuskan simpul kesuksesan itu menjadi “dream-believe-pray-make it happen”.

Mari kita bahas satu persatu empat simpul kesuksesan itu.

Pertama “Dream”
“Orang yang besar lahir dari mimpi yang besar”

~Kata bijak~


Ada tiga cara untuk meraih kesuksesan. Yang pertama adalah mimpi yang besar. Apa itu mimpi? Mimpi adalah sesuatu yang diluar kapasitas diri kita. Kalau sesuai kapasitas itu namanya rencana. Nah, orang yang mimpinya besar, dia akan selalu berusaha membuat kapasitas dirinya besar, sehingga mimpinya bisa terwujud. Dan Jadilah dia orang yang besar.

Yang kedua adalah karena masalah yang besar. Masalah dihadirkan untuk menjadikan kita pribadi yang tangguh, pribadi yang besar. Maka sesiapa yang berhasil mengatasi masalahnya jadilah ia orang besar.

Yang ketiga adalah bejo. Ya faktor luck. Apa bedanya keberuntungan dengan kebuntungan? Ya, bedanya tipis. Boleh jadi hanya hitungan detik, atau setipis rambut dibelah 19. Contoh, ketika kita jalan-jalan dihutan. Tiba-tiba ada durian jatuh didepan kita. Itu beruntung. Nah kalau yang buntung itu, ketika jalan-jalan eh tiba-tiba durian jatuh tepat dikepala. Ya bedanya tipis. Hitungan detik, atau hitungan jarak. Boleh jadi si bejo dan si buntung ini perbandingannya 1 banding 1.000.000 orang. Maka jangan pilih cara ini untuk sukses. Pilih lah dengan memulai mimpi yang besar. Semangat :D

Atas dasar itulah kami melukis mimpi masing-masing sambil saling mengingatkan ketika tidak sesuai jalur-jalur mimpi yang sudah di rangkai. Ada persaingan. Ingin membuktikan. Tapi juga ada kesamaan mimpi, ya kami sama-sama ingin menuntut ilmu kenegri ibu peradaban. Negri sungai nil. Mesir. Tapi apa yang terjadi? Allah mungkin mengganti mimpi Aulia dengan yang lebih baik. Universitas Al Ahghaaff yaman. Lalu apa kabarmu Fahmi? Dapat masalah besarkah? Atau singa dalam dirimu sedang tertidur? Bangkitlah! Kutunggu aksimu untuk mewujudkan mimpimu. Semuanya. Berusaha dan Berdoalah sungguh-sungguh sampai dapat atau Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Aamiin. Hamasaah :D

Yang kedua “Believe”


Percaya diri karena percaya DIA. DIA yang Maha Kuasa

Keyakinan yang baik jangan dihilangkan

SEMANGAT :D

~Ulfatun Naqiah~


Mungkin yang ini sering kita lupakan. keyakinan. Kalau tidak yakin, bagaimana kita bisa semangant untuk meraihnya? Seseorang rela bersabar dalam perjalanan karena yakin akan sampai ke tempat tujuannya. Aku rela pergi kejogja karena yakin jogja itu ada. Begitu pula dengan mimpiku. Aku yakin aku bisa meraihnya dengan KuasaNya.

Kesukaran-kesukaran hidup, mungkin berawal dari ketidak yakinan kita dengan kebesaran-Nya. Tidak yakin dengan kuasa-Nya. Bahwa kalau Allah berkehendak tak ada yang mampu menolak. Bahwa kalau Allah menginginkan sesuatu. Mudah baginya untuk mewujudkannya.
maka percaya diri hanya boleh terjadi jika kita percaya pada-Nya. Dia yang maha kuasa. Sebab kalau hanya dengan percaya diri. Kita Akan jatuh ketika memimpikan sesuatu yang diluar kapasitas dirikita. Diluar kemampuan kita. Maka serahkan semua pada-Nya. Yakinlah semuanya akan baik-baik saja. :D

Yang ketiga “Pray”
“Berdoalah sungguh-sungguh sampai dapat atau Allah menggantinya dengan yang lebih baik dari yang kita pinta”.

Fahmi A. Fillah


Do’a. bukankah ia senjata mu’min yang paling ampuh? Bukankah kita diperintahkan untuk selalu berdoa pada-Nya? Alangkah sombongnya kita jika tak meminta pada-Nya.


“yang berharap pada manusia jangan heran jika ia kan kecewa. Namun yang berdo’a berharap kepada sang Maha. Ia hanya perlu menunggu detiknya saja. Pasti Akan bahagia”. 
Fahmi A. Fillah


Karena Kesombongan kita kadang kita ingin menyelesaikan sesuatu sendirian. Tanpa melibatkan-Nya dalam urusan kita. Tidak mengundang-Nya untuk membantu masalah kita. Kita enggan berdo’a. padahal ketika punya mimpi besar. Ketika punya masalah besar. Harusnya kita bawa ke sajadah. Adukan sama Allah. Curhat sepuas hati. Bukannkah there is No player Illallah? Tidak ada desainer kecuali Allah. Tidak ada yang mampu mewujudkan segala sesuatu kecuali Allah.


Do’a tanpa usaha hampa. Usaha tanpa doa? Sombong nian. Emang eloe siapa? Bisa apa?

Simpul ke empat “Make It Happen”



“Harapan harus disertai dengan perbuatan kalau tidak itu hanyalah lamunan. Sebaik-baik lamunan tetap lebih baik kenyataan”.

~lamunan~


Memang semuanya Allah yang ngatur. Allah yang buat. Allah yang menginginkan itu terjadi. Tetapi manusia tetap diberi keleuasaan untuk berbuat. itulah ranah Masyiatun Naas. Kehendak manusia. Bahwa Allah tidak akan memberikan kita sesuatu langsung dari turun dari langit. semua ada proses. Dan usaha adalah salah satu proses tersebut. Nah tugas kita adalah berusaha mewujudkan Mimpi yang sudah kita rancang. Sudah kita yakini akan mampu meraihnya. Sudah kita do’akan. Tinggal proses penjemputan. Dengan usaha. Berusaha dan menyerahkan hasil kepada-Nya.


“Manusia berbuat Allah yang memutuskan”

~Pribahasa Arab~


Demikianlah sahabat. Tulisan ini bukan apa-apa dan bukan dari siapa-siapa. Jangan lihat tulisannya. Jangan lihat yang menulis. Cukup ambil yang bermanfaat saja. Semoga mencerahkan. Semangat :D
terima kasih telah sudi membaca
Mohon maaf atas segala kesalahan atau tulisan yang kurang berkenan. Wassalamualaikum :D
Read More..

Sabtu, 12 Oktober 2013

Senyum Itu :)


Senyum adalah hal yang luar biasa..
Seperti oase di tengah gurun pasir..
Seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga..
Seperti udara bagi yang tercekik..
Juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.. 

senyum itu penghibur yang sedih...
penyemangat yang  putus asa...
pemotivasi yang gundah gulana...
petunjuk yang sedang merajut asa...
 Senyum itu sederhana..
Tapi dahsyat luar biasa..
Kecil tapi bermakna raksasa..
Mudah tapi sangat berharga.. 
Karena itu senyumlah sahabatku.. 
Biarkan lengkungan indah menghiasi wajahmu.. 
yang bagaikan seiris surga tersiram madu... 
Dan bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita melalui senyum mu..

Read More..

Jumat, 11 Oktober 2013

keutamaan sepuluh hari dzil hijjah


KEUTAMAAN SEPULUH AWAL ZDUL HIJJAH


Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan demi yang ganjil, demi malam bila telah lewat, apakah dalam yang demikian itu ada sumpah bagi orang yang berakal, tidak engkau ketahui (Al-fajr 1-6)

Diriwayatkan dari Ibnu abbas dari nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda : “ hari disaat mana Allah mengampuni Nabi Adam AS adalah hari pertama bulan Dzilhijjah. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah mengampuni segala dosanya.

Pada hari kedua, Allah telah mengabulkan do’a Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan, barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka seperti orang yang beribadah kepada Allah SWT selama satu tahun serta tidak mendurhakai Allah dalam ibadahnya meskipun sekejap mata.

Pada hari ketiga, Allah telah mengabulkan do’a Nabi Zakaria AS barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka Allah mengabulkan Do’anya.

Pada hari keempat, Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah meniadakan/ menghilangkan kesusahan dan kefakirannya, dan dia besok pada hari qiamat bersama dengan orang-orang yang pergi yang baik-baik dan yang sama mulia.

Pada hari kelima Nabi Musa AS dilahirkan, Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka dia bebas terhindar dari kemunafiqan dan siksa qubur.

Pada hari keenam, Allah SWT membuka kebaikan untuk Nabinya. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah memperhatikan kepadanya dengan kasih sayang dan dia tidak di Siksa sesudah itu.

Pada hari ketujuh, semua pintu neraka jahannam di tutup dan tidak dibuka-buka hingga berlalu hari yang sepuluh itu. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah akan menghindarkan darinya Tigapuluh pintu kesukaran dan membukakan baginya tiga puluh pintu terhadap yang mudah.

Pada hari kedelapan, dinamakan hari tarwiyah. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka ia diberi pahala yang hanya diketahui oleh Allah SWT sendiri.

Pada hari kesembilan, dinamakan hari ‘Arafah. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu. Maka sebagai tebusan dosanya pada tahun yag lewat dan yang akan dating. Dan pada hari itu juga telah diturunkan ayat : “pada hari ini Aku sempurnakan bagimu akan agamamu dan Aku sempurnakan pula ni’matKu kepadamu”.

Pada hari kesepuluh, hari raya Adhhaa. Barang siapa berkurban dengan suatu qurban, maka mulai tetesan darah yang terjatuh di tanah, allah mengampuni semua dosanya dan dosa-dosa keluarganya,dan barang siapa member makan orang mu,min atau bersedekah dengan suatu pemberian maka Allah membangkitkan pada hari kiamat dengan selamat dan timbangannya pun menjadi lebih berat dari pada gunung Uhud. (majaalis)

Di ambil dari kitab Durratun Nasihiin hal.317


By Muhammad Fahmi A. Fillah


Read More..

Selasa, 08 Oktober 2013

Yang Muda Yang Berpahala



Yang Muda Yang Berpahala

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”

~Baginda Rasulullah SAW~
Sabahabatku pengunjung tintacintadakwah Fillah, sudahkan kita mengejar pahala Allah hari ini? Benarkah kalau kita yang masih ramaja ini sulit untuk mengundang pahala Allah? Nampaknya kita harus merefresh pola fikir kita tentang hal yang dapat mengundang pahala Allah. Soalnya, kalau nunggu jadi menteri, kalau nunggu jadi presiden agar bisa dapat pahala, lah kapan kita bisa membuat kebaikan? Keburu banyak kesempatan berpahala yang terlewat begitu saja. Rugiiiiiiiiiiiiiiii.


Dunia remaja memang identik dengan dunia berfoya, senang-senang, atas nama “mencari” jati diri. Bahkan sampai ada ungkapan “muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga” mungkinkah? Tampaknya kita tak perlu mengikuti “tren” ini. Ada prinsip yang lebih baik, “kecil dibina, muda banyak karya, tua kaya jasa, mati masuk surga”. Bukankah nabi mewasiatkan bahwa salah satu dari 5 hal yang akan ditanya adalah tentang masa muda bagaimana kita menghabiskan? Mau diletakkan dimana muka kita kalau masa muda cuman dihabiskan untuk berfoya dan sia-sia? Bahkan yang dihabiskan uang orang tua lagi.. maluuuuuuuuu…

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.
~Q.S Al-anbiya 47~


Sahabat-sahabati fillah, meskipun kita melakukan kebaikan kecil dengan niat tulus karena Allah. Pasti tetap dihitung oleh Allah. Sekecil biji sawi pun tak akan luput dari perhitungan Allah kelak.

Sahabatku, kebaikan pasti berbuah. Tak aka nada yang sia-sia. Bahkan sesuatu yang kita anggap kecil, remeh-temeh, bahkan tidak ada artinya pun boleh jadi sangat berharga bagi orang lain. So, jangan ragu untuk berbuat baik.

‘Ketika hari kiamat tiba, sementara salah seorang dari kalian memegang bibit pohon kurma. Maka hendaklah dia menanamnya’

~Baginda Rasulullah SAW~

So, tidak ada alasan lagi kan untuk tidak berbuat baik, berburu pahala Allah? Jika kita peka, pahala Allah tuh berserakan dimana-mana. Yuk belajar peka dengan peluang pahala sekecil apapun. Nih Fahmi kasih tau sedikit yang membuat remaja jadi lumbung pahala. Satu, dua, tiga :D

“berbagi makanan dengan teman”

Buat anak kos yang uangnya pas pasan pasti sering deh kekurangan makanan :P hampir –hampir ketemu mie saban hari hiks… nah ini ladang amal untuk kita meringankan beban teman. Meskipun hanya sebungkus nasi uduk, ataupun segelas minuman kemasan. Berbagi itu indah, dan semakin indah jika berbagi di kala kesempitan. Bukan berbagi kesempitan lho yaa!

“jadi teman curhat”

By the way, kalau konsultasi ke psikolog sejam aja habis berapa yaa? Hemm bisa sampai 1 jutaan. Kalau curhat keteman? GRATIIIIIISSSSS CUYYY… hihihihi… beruntunglah kita yang sering jadi tempat curhatan teman, jangan mikir kalau kita sering dicurhatin teman itu sama dengan tempat sampah, justru dengan mendengarkan kita bisa membantu meringankan beban teman. Syukur syukur bisa ngasih solusi. So, udah saatnya nih kita menjadi pendengar yang baik. Kalau dicurhatin temen, degarkan dengan tenang. Kalau perlu ngasih solusi, putuskan dengan hati. timbang dengan matang. Sampaikan dengan cinta… hihihi (belajar dari ummi)


“Menyerahkan kepada yang berhak untuk diserahi”

~Ulfatun Naqiah~

Meskipun menjadi teman curhat berpahala. Tapi ketika kita butuh teman curhat hati-hatilah memilih. Seperti kata Ulfa “hanya kepada yang berhak diserahi”. Yaps, karena kadang, ada orang-orang yang “hanya ingin tahu” masalah kita. Bahaya lagi kalau sesuatu yang rahasia tak mampu terjaga. Kalau bisa, curhatlah kepada yang lebih dewasa. Insya Allah banyak dapat Nashihat.

“Sharing ilmu”

Buat kita yang mempunyai kemampuan akademis mumpuni disekolah, jangan pelit deh buat sharing ilmu. Ini juga menjadi lahan pahala. Justru dengan dibagi ilmu itu bertambah dan lebih banyak, meluas dan melebar manfaatnya. Tapi ingat, bukan ngasih contekan lho yaa. :D

“barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia mendapat pahala orang yang mengamalkannya. tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya”

“minjemin buku”

Sedih kan sob kalau kenyataannya dinegri ini harga buku emang mahal banget. Jadilah banyak dari kita jadiin alibi untuk beli buku bajakan. Padalah ada solusi top untuk mengatasinya. Yaaps saling tuker bacaan. Selain bisa sharing bacaan, otomatis dengan meminjam buku kita bisa manjangin silaturrahim juga. Iya kan? :D

“Tebar senyum”

Senyum. Sederhana namun menyimpan sejuta makna. Tanpa sengaja dengan senyum kita meringankan beban sesama. Dengan memberikan senyum, maka orang lain akan membalasnya. Orang merasa dihargai, orang merasa dipercaya. Bahkan tidak jarang dengan senyuman kita mampu memotivasi orang lain.

“senyummu terhadap saudaramu adalah shadaqah”

~Baginda Rasulullah SAW~

“menulis status bijak”

Karena kata-kata berpengaruh besar dalam hidup kita. Maka sering-seringlah menggunakan kata-kata positif. Berhati hatilah dengan yang kita ucapkan karena itu mempengaruhi orang-orang disekitar kita. So, yuk belajar bijak!


“jika dalam sehari seorang saja yang termotivasi karena statusmu, maka dalam setahun kan ada 365 orang yang akan termotivasi.”

“Sebaliknya jika sehari satu orang saja yang tergalaukan karena statusmu, maka dalam setahun kan ada 365 orang yang tergalaukan karenamu”

Fahmi A. Fillah

Akhirnya semoga kita lebih peka terhadap pahala yang berserakan. Bahkan boleh jadi sesuatu yang dianggap remeh bernilai besar disisi Allah. Untuk menambah semangat kita baiknya kita simak petikan puisi dari taufik ismail berikut.

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya

Bukan tinggi besarnya tugas yang menjadikan tingginya dirimu
Jadilah saja dirimu
Sebaik-baiknya dari dirimu
Wassalamualaikum :D
Read More..

Minggu, 06 Oktober 2013

Memakna Musibah Kebakaran





“ Sungguh menakjubkan orang beriman,semua urusannya baik bagi dirinya. Dan itu tidak akan terjadi kecuali pada orang beriman. Apabila diberi sesuatu yang menyenangkan, ia akan bersyukur, dan apabila diberi musibah/sesuatu yang tidak menyenangkan, ia akan bersabar. Dan kedua-keduanya baik baginya”


~Baginda Rasulullah SAW~


“Hidup ini adalah antara sabar dan syukur. Iman itu separuhnya adalah syukur dan separuhnya lagi adalah sabar”
~Imam Al ghazali~

Kita sudah sepakat, bahwa ketika Allah menghadirkan cobaan bukanlah untuk menguji kemampuan, karena telah diukur sesuai daya tahan. Tapi menguji sejauh mana kita mau memberi makna terhadap ujian yang Allah hadirkan. Sesiapa yang mampu memberi makna terbaik maka tertakjublah malaikat yang tak pernah di uji.

Salah satu lambang ujian yang sangat dahsyat adalah musibah kebakaran. Sungguh, kebakaran adalah ujian yang sangat berat jika iman sudah hilang didada. Segala yang dikumpulkan selelah tenaga. Lenyap semua hanya dalam hitungan jam saja. Jika iman tak ada, keluargapun bisa berantakan karenanya. Naudzubillah.


“kebakaran sebagai ujian”

Ujian dan adzab sesungguhnya sangat-sangat mirip. Apa bedanya ujian dan adzab? Ujian biasanya dihadirkan untuk orang-orang yang beriman dengan maksud untuk mengangkat derajat yang di uji. Meskipun terlihat sangat berat, tapi ketika dijalani dengan iman terasa sangat mudah dilalui.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.

~Q.S Al-baqarah 214~

Lalu adzab? Ini sebagai peringatan langsung oleh Allah biasanya terasa sangat berat, dan berlangsung lama. Maka perlu kita koreksi apakah ujian ataukah adzab tersebab banyaknya dosa kita.

“Setiap orang akan dihukum atas dosa yang dilakukan. Cepat atau lmbat hanya soal waktu. Lebih cepat lebih baik, biar segera sadar dan mengambil pelajaran besar”.

~Abu Izzuddiin~

“Semua milik Allah, dan akan kembali kepada Allah”
Sesiapa saja yang terkena musibah baik kecil maupun besar , disunnahkan untuk membaca kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). 

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali.

(Q.S Al-Baqarah 156)

Hidup akan terus berkutat dengan kehilangan. Kehilangan merupakan cara TUHAN memperbaiki diri menjadi lebih baik.

~AR Fauzi~

“sebagai pengingat pentingnya menjaga silaturrahiim”
Musibah kebakaran akan mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga tali silaturrahiim. Saling membantu dalam kebaikan-kebaikan bertetangga. Karena disaat sempit, tetanggalah yang mengulurkan tangannya untuk memotivasi dan meringankan beban kita. Manusia adalah makhluk sosial. Tak ada yang mampu hidup sendiri, oleh sebabnya islam mengajarkan pembimbingnya untuk tidak kikir dan sombong. Karena orang kikir pun sesungguhnya membenci yang kikir. Unik.

“Belajar katidak abadian”
Kebakaran mangajarkan kita bahwa semua yang kita kejar susah payah hanyalah bersifat fana. Tidak ada yang abadi. Maka tidaklah pantas jika kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang fana. Padahal “cara” kitalah yang akan diabadikan dan depertanggung jawabkan dihari kemudian.

“Sabar dan syukur”
Alkisah, ada seorang mandor yang mengawasi seorang kuli yang sedang bekerja. Sang mandor ingin menyapa si kuli, maka dijatuhkanlah dari atas uang 50 ribuan. melihat uang , sang kuli mengambilnya dengan bahagia, tapi ia tidak menengok keatas. Ia tetap sibuk dengan pekerjaannya. Lalu sang mandor menjatuhkan lagi uang 100 ribuan. Si kuli mengambilnya namun tetap tak mau menoleh keatas. Akhirnya sang mandor menjatuhi batu tepat dikepala si kuli. Setelah kesakitan si kuli menengok keatas seraya mencari siapa yang menyakitinya. Sahabatku begitulah kita, ketika dengan diberi nikamat kita terlupa. Maka Allah mengingatkan dengan cara lain. Allah ingin menyapa kita. Agar kita selalu terhubung dengannya.

Sabar dan syukur adalah “dua kunci” kebahagiaan dalam kehidupan. Tanpa menyiapkan kunci tersebut, jangan berharap kita bisa membuka pintu-pintu kebahagiaan dalam kehidupan. Ketika dalam keadaan banyak masalah kita bisa menggunakan sabar sebagai “kunci” atau solusi terbaik. Sedang bersyukur adalah keharusan ketika Allah selalu memberi yang terbaik terhadap kita. Meskipun kadang kita tidak memahaminya.

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
~Q.S Albaqarah 153~


Ketika ditimpa masalah atau musibah, sesungguhnya Allah sayang kepada kita, Allah ingin kita dekat. Allah hanya ingin kita berpegang dengan sabar dan shalat, Allah cemburu kepada kita yang sering mengingat selain-Nya.
Yang sabar akan beruntung. Yang syukur akan bertambah. Yang menyerahkan segalanya ke Allah takkan ia gundah.

Fahmi A. Fillah
Read More..